RSS

Kisah Nabi Yunus‘

27 Sep

Kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam

penulis Al Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar

Nabi Yunus ‘alaihissalam termasuk nabi dari keturunan Bani Israil. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus kepada penduduk negeri Ninawa di Mosul . Beliau menyeru kaum utk kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala namun mereka menolaknya. Nabi Yunus ‘alaihissalam tdk berputus asa selalu berusaha dan berusaha mendakwahi mereka namun mereka tetap menolak. Kemudian Nabi Yunus ‘alaihissalam mengancam dgn azab dan pergi meninggalkan mereka tdk sabar sebagaimana mestinya. Beliau ‘alaihissalam pergi dlm keadaan marah.
Sementara itu sepeninggal Nabi Yunus ‘alaihissalam Allah mengilhamkan kepada kaum tersebut utk bertaubat dan kembali kepada-Nya. Itu terjadi setelah mereka menyaksikan sebagian dari pendahuluan azab yg diancamkan kepada mereka. Allah pun menyelamatkan mereka dari azab tersebut. Secara lahiriah Nabi Yunus ‘alaihissalam mengetahui mereka telah selamat dari azab itu namun beliau tetap tdk mau kembali. Oleh krn itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا

“Ketika dia pergi dlm keadaan marah.”
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

“ketika dia lari ke kapal yg penuh muatan.”
Nabi Yunus ‘alaihissalam naik ke kapal yg sudah penuh dgn penumpang dan barang. Sampai di tengah lautan kapal tersebut mulai memperlihatkan tanda-tanda akan tenggelam. Saat itu hanya ada dua pilihan mereka tetap bersama-sama di atas kapal tapi tenggelam semua atau satu per satu dilemparkan ke laut sekedar meringankan muatan kapal dan menyelamatkan yg lain. Akhir diputuskan utk memilih yg kedua. Mulailah diundi siapa yg akan dilemparkan ke laut. Termasuk dlm undian itu adl Nabi Yunus ‘alaihissalam. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan:

فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَ

“Lalu dia termasuk orang2 yg kalah.”
Yakni Nabi Yunus ‘alaihissalam kalah dlm undian tersebut. Merekapun melempar ke laut dan kemudian ditelan bulat-bulat oleh seekor ikan dari dlm laut. Di dlm kegelapan perut ikan itu beliau berdoa:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

“Tidak ada Ilah melainkan Engkau. Maha Suci Engkau sesungguh aku termasuk orang2 yg dzalim.”
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan ikan tersebut melemparkan ke tanah yg tandus. Nabi Yunus ‘alaihissalam keluar dari perut ikan seperti anak burung yg keluar dari sebutir telur betul-betul dlm keadaan sangat lemah. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengasihani beliau dgn menumbuhkan untuk sebuah pohon dari jenis labu dan menaungi hingga menjadi kuat.
Setelah itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi perintah kepada utk kembali ke tengah-tengah kaum supaya mengajari dan mendakwahi mereka. Dan sekarang penduduk negeri yg berjumlah lbh 100.000 orang itu menyambut seruan beliau. Mereka beriman kepada dan mendapat kesenangan sampai waktu yg telah ditentukan.

Pelajaran
1. dlm kisah ini Allah menegur Nabi Yunus ‘alaihissalam dgn cara yg halus. Dengan menahan di dlm perut seekor ikan sebagai kaffarah sekaligus tanda kekuasaan Allah yg sangat besar dan karamah bagi Nabi Yunus ‘alaihissalam.
2. Termasuk ni’mat pula dari Allah kepada beliau adl diterima dakwah beliau oleh penduduk negeri yg berjumlah lbh dari 100.000 orang. Dan besar jumlah pengikut termasuk sebagian keutamaan mereka.
3. Boleh melakukan undian ketika menghadapi persoalan yg musykil mengenai siapa yg berhak atau tdk terhadap suatu perkara apabila tdk ada yg menguatkan salah satunya. Apa yg dilakukan penumpang kapal tersebut menunjukkan kaidah yg sudah dikenal yaitu mengambil kemudharatan yg lbh ringan utk menolak kerusakan yg lbh besar. Tentu sudah jelas melempar salah seorang penumpang ke laut sangat berbahaya namun malapetaka yg akan menimpa seluruh penumpang jauh lbh besar bahayanya.
4. Seorang hamba apabila dia memiliki hubungan yg baik dgn Rabb- di mana dia selalu beramal shalih ketika dia dlm keadaan senang Allah  tentu mensyukuri amal dan mengingat pula ketika dia dlm keadaan kesulitan yakni dgn melepaskan dari kesulitan itu atau meringankan keadaannya. Oleh krn itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dlm kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam ini:

فَلَوْلاَ أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ. لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Maka kalau sekira dia tdk termasuk orang2 yg banyak mengingat Allah. Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”
Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

دَعْوَةُ أَخِيْ ذِي النُّون مَا دَعَا بِهَا مَكْرُوبٌ إِلاَّ فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ: لآ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.

“Doa saudaraku Dzin Nun . Tidaklah seorang yg dlm kesulitan lalu berdoa dgn doa ini melainkan Allah akan lepaskan dia dari kesulitan itu yaitu: ‘Tidak ada ilah melainkan Engkau. Maha Suci Engkau sesungguh aku termasuk orang2 yg dzalim’.” {HR. At-Tirmidzi dan An-Nasai dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu
5. Iman itu menyelamatkan pemilik dari ketakutan dan kesulitan sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan:

وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِيْنَ

“Dan demikianlah Kami selamatkan orang2 yg beriman.”
“Dan demikianlah Kami selamatkan orang2 yg beriman.”

Sumber: http://www.asysyariah.com

 
Leave a comment

Posted by on September 27, 2011 in RELIGI

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: