RSS

Fhotometer 4010

13 Nov

Pengertian Fotometer
Fotometer berasal dari kata “fhoto” yang berarti sinar dan “meter” alat pengukur. Fotometer merupakan peralatan dasar di laboratorium klinik untuk mengukur intensitas atau kekuatan cahaya suatu larutan. Sebagian besar laboratorium klinik menggunakan alat ini karena alat ini dapat menentukan kadar suatu bahan didalam cairan tubuh seperti serum atau plasma.
Prinsip kerja dari fotometer ialah sejumlah tertentu larutan logam disemprotkan kedalam nyala. Pelarut kemudian akan menguap meninggalkan serbuk garam halus yang kemudian diatomkan. Intensitas emisi radiasi yang dipancarkan oleh unsur itu mempunyai hubungan dengan konsentrasi dari unsur tersebut. Atom-atom akan mengalami eksitasi bila menyerap energi. Energi tersebut akan dipancarkan ketika atom tereksitasi dan kemudian kembali ke keadaan dasar sehingga detektor dapat mendeteksi energi yang terpancar tersebut.
Alat fotometer pada prinsipnya memiliki kesamaan seperti spektrofotometer, yang membedakan hanyalah penggunaan filter sebagai monokromatornya. Filter hanya digunakan untuk meneruskan cahaya namun dapat juga menyerap sumber radiasi dari gelombang lain. Penggunaan fotometer lebih sering digunakan untuk kebutuhan laboratorium klinis (analisa darah). Ada beberapa jenis fotometer, diantaranya : fotometer zenix-188, fotometer zenix-288, fotometer BS 3000 M, fotometer 5010, fotometer 4010, fotometer rayto RT-1904 C chemistry analyzer, fotometer zenix-228, fotometer piccos 05, fotometer RD-60, dan lain-lain.
Fotometer terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
• Selang aspirator
Selang aspirator berfungsi sebagai penghisap larutan yang akan diukur
• Pompa peristatik
Pompa peristatik berfungsi untuk menyedot sampel yang berasal dari kuvet ke saluran pembuangan.

bagian-bagian fhotometer:
A. Inkubator, berfungsi untuk mengkondisikan sampel pada suhu tertentu
B. Printer, berfungsi untuk mencetak hasil analisis
C. Touchsreen, berfungsi untuk mengatur pengaturan alat
D. Outlet, tempat untuk mengeluarkan hasil yang diserap
E. Kipas, berfungsi untuk pendingin alat, terletak pada bagian belakang alat
F. Tombol power, berfungsi untuk menyalakan dan mematikan alat
G. Konektor RS-232, menyambung ke sumber arus listrik
H. Selang aspirator, berfungsi untuk menyedot sampel. Caranya adalah dengan menekan tombol aspirator tersebut yang sebelumnya sampel sudah terhubungkan dengan selang aspirator
I. Pompa, berfungsi untuk menggoyangkan selang
J. Kuvet, sebagai tempat sampel
K. Selang peristaltik, berfungsi untuk mengalirkan sampel dari aspirator mengalir melalui kuvet menuju pembuangan. Selang ini bersifat elatis dalam mengalirkan sampel sehingga sampel tidak ada yang tersumbat dalam selang.

2. Cara Kerja FOTOMETER 4010
Dalam menggunakan fotometer, kita tidak bisa sembarangan menggunakannya. Fotometer 4010 memilki cara kerja tersendiri, diantaranya :
1. Dipastikan kuvet telah terpasang dan pompa peristaltik telah dilingkari selang
2. Kabel dihubungkan dengan arus listrik 220 V
3. Tombol On/Off ditekan untuk menghidupkan alat dan diamkan 10 menit untuk warming up
4. Sampel disedot dengan menekan tombol aspirator
5. Atur pengaturan
6. Hasil analisis dicetak dan sampel yang telah diuji dibuang
7. Selang dari pompa peristaltik dilepas
8. Alat dibilas dengan aquabides sebanyak 10 kali dan desinfektan 10%
9. Sisa buangan dikeluarkan dengan mengalirkan udara
10.Selang dilepas dari pompa, alat dibersihkan dengan menggunakan tisue, tekan tombol On/Off untuk mematikan alat
11. Kabel dilepas dari sumber arus
12. Tutup alat agar tidak terkena debu

Range Normal :
– laki-laki :13,5-19,0 g/dl
– perempuan :11,5-16,5 g/dl

3. Cara Perawatan dan Penyimpanan Fotometer
Setiap sesudah digunakan dibilas dengan aquabides serta dihindari dari pelarut yang bersifat korosif. Lampu halogen dimatikan setiap setelah digunakan. Pembersih yang digunakan dapat berupa campuran detergen, alkohol dan air atau menggunakan sodium hipoklorit.
Perawatan alat dilakukan dengan cara alat disimpan pada meja permanen. Tujuannya adalah agar alat tidak terkena guncangan dan mengurangi efektivitas kerja alat. Alat disimpan di tempat yang bersih, tidak boleh terkena cahaya matahari langsung dan hindari kontak atau berdekatan dengan alat yang mengeluarkan gelombang magnetik seperti TV, radio dan handphone.
4. Kalibrasi Fotometer
Ketepatan panjang gelombang lakukan kalibrasi setiap 6 bulan, contoh dengan cara pada arah jalannya sinar diberi kertas putih dan amati warna yang timbul pada panjang gelombang tertentu, yaitu hijau kebiruan pada 500 nm, hijau terang pada 525 nm, kuning hijau pada 585 nm.

 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: